BlogTempat Wisata

Wisata Alam Taman Buru Masigit Kareumbi

Wisata Alam Taman Buru Masigit Kareumbi – Bandung memang menjadi kota yang cukup banyak pilihan untuk dijadikan tempat refreshing. Banyak orang yang mungkin merencanakan perjalanannya ke Lembang atau Ciwdey. Tapi mungkin tidak banyak orang yang mau mengunjungi tempat ini. Yups, Taman Buru Masigit Kareumbi.

Wisata Alam Taman Buru Masigit Kareumbi
Wisata Alam Taman Buru Masigit Kareumbi

Minggu kemarin, akhirnya saya berangkat ke TBMK. Naik motor aja berdua bareng si dia. Couple travellingceritanya hehe… Lokasinya di Desa Tanjungwangi, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung. Dari tempat saya (Kopo), jaraknya sekitar 50 km. Sedikit informasi, TBMK ini disebut oleh masyarakat sekitar sebagai Blok KW (Kawasan Wisata) dan merupakan batas timur wilayah Bandung. Memiliki luas 12.420,70 hektar, TBMK secara administratif berada di Kabupaten Bandung, Kabupaten Garut dan Kabupaten Sumedang, namun sebagian besar area berada di Garut dan Sumedang.

Dari Kopo, saya mengambil rute menuju Jl. Soekarno-Hatta, lurus terus sampai Cileunyi dan ikuti terus jalan menuju ByPass Cicalengka. Sekitar 2 km dari awal jalan ByPass Cicalengka, terdapat petunjuk arah ke Curug Cinulang. Ikuti petunjuk jalan tersebut. Sebelum atau sepulang dari TBMK, kamu juga bisa berkunjung ke Curug Cinulang atau Pondok Wisata Aki Enin yang lokasinya di jalur yang sama dengan TBMK. Sekitar 2 km dari Curug Cinulang, akan ada pertigaan kecil, kemudian ambil jalan ke kiri.

Kamu akan melewati beberapa perkampungan dan di sepanjang jalan banyak pemandangan indah yang bisa dinikmati, mulai dari skyline pemukiman sekitar hingga terasering sawah yang tertata rapi. Dari perkampungan, lurus saja terus. Tak perlu khawatir tersesat karena tidak banyak belokan dan TBMK merupakan ujung dari jalan tersebut. Menurut saya pribadi, mending naik motor sih karena jalannya agakberlubang di sana-sini dan ‘nggak cukup luas buat dua mobil. Lebih cocok lagi pakai motor trail. Dan jangan mengandalkan GPS, soalnya percuma ‘nggak ada sinyal :p

Baca Juga:  Wisata Alam di Majalengka, Inilah 7 Diantaranya yang Populer
Wisata Alam Taman Buru Masigit Kareumbi
Wisata Alam Taman Buru Masigit Kareumbi

Setelah menempuh perjalanan hampir 2 jam lamanya, saya pun tiba di TBMK, dan di tempat parkir langsung bayar tiket masuk seharga Rp. 7500,- per orang (kalau weekday Rp. 5000,-). Perjalanan yang jauh cukup bikin perut keroncongan. Untungnya di sini ada kantin. Saya pesan mie rebus pake cengek dan rasanya cocok banget sama udara hutan yang sejuk tapi cukup menusuk tulang. Selesai makan, saya niatnya maulangsung lihat rumah pohon. Eh, akses ke rumah pohonnya ditutup karena lagi ada event dari salah satu universitas di Bandung, dan beresnya sekitar 2 jam lagi.

taman buru masigit kareumbi

Saya pun jalan-jalan saja sambil foto-foto nunggu sampai event selesai. Rasanya nggak afdol aja gitu jauh-jauh ke sini kalau ‘nggak lihat langsung rumah pohon itu. Fyi, meskipun namanya “taman buru”, tenang saja di sini ‘nggak ada hewan buru berkeliaran kok karena belum difungsikan sebagai taman buru berhubung kawasan tersebut masih dalam pembenahan dan hewan burunya masih dikembangbiakan. Saat ini, pengelola berfokus pada konservasi hutan dan penangkaran rusa.

Setelah asyik selfie sana-sini, akhirnya akses rumah pohonnya dibuka. Ternyata event tadi diadakan bukan di rumah pohon, tapi di camp area. Areanya luas dan di salah satu sudut sudah disediakan toilet. Pihak pengelola juga menyediakan penyewaan alat kemah lho! Dari camp area, jarak ke rumah pohon cukup jauh tapi untung jalannya landai.

Setibanya di rumah pohon, banyak yang lagi asyik foto-foto, ada yang bersantai di atas hammock, ada yang main di sungai, dan ada juga yang datang bareng keluarga besar untuk sekedar makan bersama dan “babakaran“. Menurut saya pribadi, rumah pohon ini memang spot foto yang bagus. Rumah pohonnya dikunci tapi saya intip dari jendela ternyata isinya kosong dan hanya beralas papan.

Baca juga :

  1. Wisata Bareng Keluarga ala Taman Mekarsari Bogor
  2. Wisata Subang Curug Agung Batu Kapur
Sekilas info, ada 5 rumah pohon di TBMK yang bisa disewa dengan harga 2,7 juta per malamnya. Harga tersebut merupakan harga full book, jadi orang lain ‘nggak bisa masuk ke kawasan rumah pohon selama masa sewa. 4 rumah pohon bisa menampung hingga 8 orang, dan 1 lagi kapasitasnya cuma 5 orang. Sewa satuan juga bisa, harganya sekitar 500-700 ribu per malam. Tidurnya nanti pakai sleeping bagEmang ‘nggak ada sinyal sih, tapi sudah ada listrik kok.

Di TBMK juga terdapat trek sepeda downhill. Cukup banyak juga penyuka motor trail yang main di sini. Kesenangan tak hanya sampai di situ saja, kamu pun bisa mendaftar program Homestay Cigumentong, di mana kamu bisa merasakan hidup bersama warga Desa Cigumentong, yang hidup di dalam kawasan hutan. Hayoo.. berani hidup di hutan tanpa gadget?

Jalan menuju tengah hutan Kareumbi

Sebagai bagian dari pelestarian alam, pengelola TBMK juga memiliki program Wali Pohon. Ini merupakan bagian dari pemulihan alam karena TBMK pernah mengalami penggundulan massal di awal tahun 2000-an. Dalam program ini, individu atau organisasi mengadopsi pohon untuk ditanam di kawasan TBMK. Biayanya Rp. 50.000,- per pohon. Pihak pengelola memberdayakan masyarakat setempat untuk memelihara pohon tersebut. Peserta wali pohon akan mendapatkan sertifikat dan fasilitas geotagging. Wah, sungguh program yang menginspirasi ya 🙂 Salut!s

Peta Wali Pohon

Jika anda bingung dalam mencari kendaraan untuk mencapai Wisata Alam Taman Buru Masigit Kareumbi Anda bisa menggunakan jasa Abigail Rental Mobil Bandung untuk mencapai tempat tempat-tempat wisata. Kita menyediakan berbagai macam unit mulai dari AvanzaInnova, Elf Short(10 Seats), Elf Long (19 Seats), Toyota Hiace(15 Seats) dan Bus (31 – 59 Seats).

Untuk infomasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

 

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close